21 September 2009

3 PERILAKU SETELAH RAMADHAN BERLALU

Allohu akbar, Allohu akbar, Allahu akabar.
Laillahaillollohu Akbar, Allohu Akbar Walillah ilhamd.

Hari ini Minggu, 1 Syawal 1430 H, adalah tepatnya Hari Raya Idhul Fitri bagi ummat Islam. Suara takbir mengumandang di seantero jagad raya memecah kebisingan dunia.
Mulai dari desa, kelurahan, kecamatan, kota, propinsi hingga Negara, ummat Islam mengumandangkan asma Allah Maha Pencipta dan Maha berkuasa. Pada hari yang Fitri ini, mari sejenak kita berserah diri keharibaan Allah, Tuhan Pencipta Alam yang kita sembah. Hanya Allah yang disembah dan kepada Allah kita meminta tolong. Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar.

Bulan yang penuh rahmad dan bulan yang sangat-sangat dicintai dan dirindukan ummat Islam. Kini secara pasti telah mininggalkan kita, dan tahun depan dia akan datang kembali. Bertitik tolah dari sini coba kita renungkan diri kita sejenak, apakah yang telah telah kita peroleh dan kita petik selama bulan suci Ramadhan berlangsung.

Ada 3 (tiga) perilaku manusia setelah bulan suci Ramadhan berlalu:
1.Ada yang menangis.
2.Ada yang tertawa
3.Ada yang biasa-biasa saja

Apa artinya ?

1.Ada yang menangis.
Artinya orang muslim yang sangat cinta dan merindukan bulan Ramadhan itu maunya selalu berada didekatnya. Kalaulah bisa semua bulan yang ada ini dijadikan Ramadhan hendaknya. Karena bulan ini sangat-sangat dicintai dan dirindukan, seolah-olah ia tidak mau berpisah dan tidak mau ditinggalkan oleh bulan yang suci dan sangat sacral ini. Dibulan ini tersimpan banyak nikmat, bulan yang banyak memberi petunjuk, bulan pengampunan dosa, bulan yang mengabulkan semua apa yang kita minta kepada Allah. Kaum muslimin menangis, apakah masih dapat dia bertemu dengan bulan yang penuh berkah ini di tahun depan, masih dapatkah dia memohon kepada Allah apa saja yang dia mau minta. Masih bisakah dia menikmati hidangan yang cita rasa pada waktu berbuka, masih dapatkah dia merasakan indahnya perdamaian dan sejuknya rasa persaudaraan dibulan Ramadhan yang akan datang. Hanya Allah yang tahu jawabannya. Allahu Akbar, Allahu Akbar Allhu Akbar Walillah Ilhamd.

2.Ada Yang Tertawa.
Artinya, mereka merasa bebas dari belenggu yang mengikat dirinya. Dengan berakhirnya Ramadhan, dia bebas untuk melakukan apasaja yang dia mau, apa saja yang dia suka, apa saja yang dia anggap baik untuk dirinya. Tidak ada lagi belenggu (aturan) yang harus mereka patuhi. Aku Bebaaaassss, teriaknya !
Pelaku maksiat, kembali berbuat maksiat, pelaku pembohong, mulai lagi berbohong, koruptor, mulai lagi korupsi dan lain sebagainya. (munafik !)

3.Ada yang Biasa-biasa Saja.
Artinya, mau datang Ramadhan datanglah, mau pergi Ramadhan pergilah, bagi dia sama saja tidak membawa perobahan. Hatinya tidak pernah bergetar, tidak pernah merasa nikmatnya pertemuan, dan tidak merasa rindu jika berpisah. Hari ini sama dengan hari kemaren. “Sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang MERUGI”. Subhanallah, Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar.

Allohu Akbar 3X,
Mari kita merenung, saat ini kita berada di point berapa (1), (2), atau (3). Sebelum terlambat, mari kita bersujud kepada Allah, memohon agar kita selalu diberi petunjuk, rahmad dan hidayah-NYA. Amin ya Robal Alamin.


“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN”

4 komentar:

hamung mengatakan...

selamat hari raya,maafkan lahir batin..
wongbumen

GolSpektakuler mengatakan...

Salam kenal, semoga sukses selalu.

sumartono
www.catatansmart.com

Andri Wiyasa mengatakan...

Salam kenal, Pak... Tadi ketemu di Jokosusilo.com.

Semoga kita sukses baik di dunia dan di akhirat...

Berkunjung ke blog saya, Pak, barangkali ada yang bermanfaat...

Pak De Guh mengatakan...

Boleh juga web anda, saya juga pemula dan saya akui saya kalah deh...
http://suramadusoho.blogspot.com/